Proposal
RENCANA PENDIRIAN SEKOLAH NET DENGAN SISTEM WIRELESS
1. Pendahuluan
Sebenarnya sekolah net adalah implementasi dari RT/RW net yang diaplikasikan di lingkungan sekolah serta dimanfaatkan oleh warga sekolah terutama para guru dan siswa dalam rangka mendapatkan akses internet. Akses internet bisa didapat di lingkungan sekolah melalui beberapa komputer dan laptop yang disediakan di lingkungan sekolah tersebut melalui jaringan kabel atau nir kabel (wireless). Dapat pula diakses dari komputer atau laptop dari luar lingkungan sekolah (di rumah para guru) dalam radius tertentu melalui teknologi nir kabel.
RT/RW net sendiri adalah suatu konsep di mana beberapa komputer dalam suatu wilayah (satu RT/RW) dapat saling berbagi informasi, dan satu akses internet dapat dipakai bersama-sama dengan biaya murah karena ditanggung bersama-sama.
Dengan konsep ini biaya internet akan jauh lebih murah daripada masing-masing guru harus berlangganan internet sendiri-sendiri. Bahkan dapat digratiskan bagi para guru terutama jika dipakai malam hari ketika koneksi internet tidak dipakai pada jam kerja. Mengingat langganan speedy office unlimited dibayar secara flat per bulan (dipakai atau tidak dipakai biaya langganan sama). Untuk sekarang langganan speedy office untuk sekolah kira-kira Rp.500.000 per bulan sehingga volume pamakaian tidak berpengaruh besarnya tagihan speedy. Volume pemakaian hanya berpengaruh terhadap keterbatasan bandwith yang sekarang besarnya adalah 1Mbps.
2. Latar Belakang
Pada saat ini perkembangan teknologi informasi berkembang dengan cepat, demikian pula intitusi sekolah harus dapat menggunakannya demi kemajuan sekolah tersebut. Para guru tidak boleh gaptek karena bertanggung jawab untuk mencetak generasi kuat. Para guru harus mampu mengembangkan kemampuan dirinya dengan cara terus-menurus menggali informasi seluas mungkin. Internet harus dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk media pendidikan. Pada era teknologi informasi ini sekolah beserta warga sekolah di dalamnya harus dapat mengakses dan menggunakan internet sebaik mungkin. Dengan internet, dengan mudah mendapat informasi ataupun bahan pembelajaran yang diperlukan. Karena itu biaya akses internet harus dibuat semurah mungkin. Salah satu solusi internet murah ini dapat diperoleh dengan menerapkan konsep sekolah net ini, di mana koneksi internet dapat dibagi pakai bersama-sama (sharing) antar warga sekolah.
3. Tujuan Sekolah net
Pembangunan sekolah net ini antara lain bertujuan:
1. Memberdayakan koneksi internet sekolah sehingga dapat dipakai bersama di lingkungan warga sekolah
2. Sebagai sarana untuk sharing informasi antar warga sekolah serta mempromosikan kegiatan sekolah
3. Ikut membangun warga sekolah yang sadar akan pentingnya teknologi informasi sebagai sarana pendidikan.
4. Ikut mengembangkan sarana internet murah untuk rakyat.
4. Sekilas tentang teknologi wireless
Ada dua cara untuk membangun jaringan komputer sehingga dapat diimplementasikan pada konsep sekolah net yaitu :
- Jaringan dengan kabel (UTP)
- Jaringan nir kabel ( wireless / WIFI)
Jaringan kabel dapat digunakan di dalam lingkungan sekolah dengan area terbatas dalam satu ruang atau satu gedung. Setiap komputer dihubungkan dengan kabel khusus melalui node jaringan yang dibatasi oleh panjang fisik kabel. Sedangkan untuk jaringan ke luar sekolah digunakan teknologi WIFI. Selain itu WIFI dapat juga digunakan untuk lingkungan sekolah dengan laptop yang sudah dipasang pheriferal WIFI. Saat ini hampir semua laptop keluaran baru sudah built in pheriferal WIFI.
Keunggulan teknologi WIFI antara lain:
1. Perangkat wireless untuk teknologi wireless Wi-Fi ini sudah umum digunakan dan harganya sudah menjadi relatif murah.
2. Sebagian besar notebook tipe terbaru sudah dilengkapi dengan perangkat network wireless dengan teknologi Wi-Fi ini.
3. Area jangkauan yang lebih fleksible dikarenakan tidak dibatasi oleh jaringan distribusi seperti bila menggunakan kabel UTP maupun fiber optic. Secara teoritis dengan daya pancar 100mW sudah dapat menjangkau area (berbentuk lingkaran) 1 - 2 km didukung dengan tinggi tower yang memadai.
4. Ditinjau dari sisi investasi jauh lebih murah untuk menjangkau area yang besar dibandingkan solusi kabel.
5. Biaya pemeliharaan yang relatif murah dikarenakan tidak ada perangkat atau jalur jaringan yang berada pada area publik/umum dimana potensi kerusakan atau kehilangan alat lebih besar dibandingkan dengan solusi kabel UTP.
6. Teknologi Wi-Fi sangat pesat perkembanganya sehingga investasi ke depan akan lebih murah dengan perangkat yang berkecepatan lebih tinggi dan menjangkau area lebih luas.
5. Peralatan yang dibutuhkan
1. Perangkat hotspot / accespoint sebagai NOC (Network Operating Center). Dalam hal ini tempatnya adalah di gedung sekolah. Perangkat ini dilengkapi dengan antenna omnidirectional yang dipasang pada ketinggian tertentu dengan tiang atau tower. Dalam kondisi tertentu diperlukan minimal dua accespoint dengan dua antenna omnidirectional. satu untuk melayani koneksi di lingkungan sekolah dengan ketinggian optimal (ketinggian tertentu sekiranya dapat menyebarkan sinyal optimal ke seluruh lingkungan sekolah). Sedangkan satu lagi untuk melayani keluar sekolah dengan antenna lebih tinggi sehingga dapat menjangkau area luar seluas mungkin. Diperlukan dua antenna ini karena sifat dari radiasi omni yang mempunyai sudut radiasi vertical yang sempit.
2. Pada sisi client diperlukan perangkat wifi dengan antenna built in seperti laptop untuk client yang dipakai di lingkungan sekolah. Sedangkan untuk client yang berada diluar sekolah diperlukan tambahan antenna pengarah yang dipasang pada tiang dengan ketinggian tertentu. Dapat digunakan wajanbolic sebagai client yang terbukti sebagai perangkat wifi yang murah namun handal. Dalam hal ini antenna pengarah dipasang dan diarahkan ke sekolah dengan ketinggian tertentu asalkan bisa mencapai kondisi LOS (Line Of Sight) atau tanpa halangan apapun menuju ke antenna omni pada accespoint sekolah.
3. Modem ADSL yang diperlukan untuk koneksi speedy
4. Router atau PC router (optional), merupakan perangkat yang mengontrol koneksi ke client. Disarankan menggunakan router yang sudah dilengkapi dengan fasilitas keamanan seperti Firewall, NAT atau RADIUS Server sehingga client yang terhubung harus terdaftar sebagai user yang sah. (NB: perangkat ini bersifat optional, untuk jaringan yang lebih sederhana boleh tidak digunakan)
6. Biaya yang dibutuhkan
Sekolah sebagai NOC akan dibangun tower setinggi 25 meter antenna dengan perkiraan kebutuhan peralatan sebagai berikut (dengan asumsi accespoint untuk melayani ke luar lingkungan sekolah sampai jarak 4 km :
| No. | Jenis Peralatan | Unit/ Set | Harga | Keterangan |
| 1. | PC Server/Router/Gateway (optional) | 1 | Rp. 4.000.000 | Satu unit komputer untuk router/gateway |
| 2. | Access Point | 1 | Rp. 500.000 | TP-LINK WA 601G |
| 3. | Pigtail cable | 1 | Rp. 80.000 | |
| 4. | KABEL UTP | 30m | Rp. 150.000 | |
| 6. | POE | 1 | Rp. 70.000 | |
| 7. | Omni Antena 14 dBi | 1 | Rp. 400.000 | Buatan sendiri |
| 8. | Konstruksi Antenna + Kabel Grounding +/- 35m (bisa juga menggunakan pipa biasa lengkap dengan kawat penopang sehingga lebih murah kurang dari 2jutaan) | 1 set | Rp. 10.000.000 | Triangle 5 stick, 25 Meter Galvanis ( sudah termasuk biaya pemasangan dan Intalasi) |
| 9. | Switch | 1 unit | Rp. 300.000 | Pro-link |
| 10 | MODEM ADSL | 1 unit | Rp.500.000 | TP-LINK |
| Total Perkiraan Rp. 16.000.000 NB: dengan menggunakan pipa biasa dapat dihemat shingga total Rp.8jutaan Jika peralatan modem atau switch sudah ada maka dapat digunakan sehingga lebih hemat |
Sedangkan untuk client yang berada diluar lingkungan sekolah dapat digunakan :
- USB wajanbolic seharga Rp.400.000,00 dengan pipa setinggi 12 meter (untuk client yang berjarak kurang dari 1,5 km
- Radio accespoint wajanbolik seharga Rp.800.000,00 dengan pipa setinggi 15 meter (untuk client yang berjarak antara 1,5 km s/d 3 km.
- Radio accespoint + Grid Parabolic 24 dBi seharga 1.200.000,00 dengan pipa atau tower (untuk client yang berjarak lebih dari 4 km s/d 6 km)
(Catatan: jarak jangkauan tergantung kondisi di lapangan dengan sarat harus kondisi LOS (Line Of Sight)
7. Penutup
Biaya pendirian sekolah net ini memang mahal untuk pembangunan infrastrukturnya, tetapi jika biaya ini didapat dari patungan antara sekolah dan semua guru atau warga sekolah tentu akan lebih murah. Apalagi kalau dipandang dari segi manfaat yang didapat serta biaya pemakaian per bulan secara patungan juga lebih terasa murahnya. Untuk itu perlu disosialisasikan kepada warga sekolah untuk berperan dan mendukung sekolah net ini yang tentunya manfaatnya akan kembali kepada semua warga sekolah.
Semoga bermanfaat. Amin 3 X
Posted at 01:59 am by abdullatif
Permalink